Selisih Data Suara di Sumba Tengah dan TTU, KPU NTT Kembali Menunda Pleno

Selisih Data Suara di Sumba Tengah dan TTU, KPU NTT Kembali Menunda Pleno
POS ALOR.COM KUPANG -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menunta pleno penetapan hasil rekapitulasi perolehan suara untuk pemilu legislatif (Pileg) 2014 di Kabupaten Ngada.
Pasalnya setelah dilakukan penelusuran untuk suara Partai Amanat Nasional (PAN), terdapat selisih sebanyak 10 suara.
Karena itu, Ketua KPU Propinsi NTT, Jhon Depa yang memimpin rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil perhitungan suara partai politik dan calon DPR, DPD, dan DPRD Propinsi tingkat Propinsi NTT bersama empat komisioner KPU Propinsi NTT dan sekretaris KPU Propinsi NTT di aula KPU Propinsi NTT, Kamis (24/4/2014) malam meminta kepada komisioner KPU Kabupaten Ngada untuk kembali melakukan penelusuran bersama Panwaslu Kabupaten Ngada guna mensinkronkan ketidaksesuaian data yang ada.
“Prinsipnya tetap yakni kita hanya boleh melakukan perubahan kalau didukung oleh data lapangan yang kuat dan dapat dipertanggung jawabkan. Jadi tidak boleh ada manipulasi data hanya untuk memenuhi tuntutan pleno di ruangan ini,” tegasnya.
Hal ini ditegaskan Depa kepada komisisoner KPU Kabupaten Ngada dan Panwaslu Kabupaten Ngada karena setelah ditunda penetapannya, Rabu (23/4/2014) malam karena terjadi kesalahan penginputan data dari formulir C1 ke formulir D1 khusus untuk Partai Demokrat dan Partai PAN di Kecamatan Soa, KPU Kabupaten Ngada melakukan penelusuran dan berhasil menemukan kesalahan-kesalahan penginputan data tersebut.
Namun hasil perbaikan tersebut hanya dapat mensinkronkan suara untuk Partai Demokrat yang tertukar antara suara partai dan suara calon. Sedangkan untuk PAN KPU Kabupaten Ngada juga berhasil menemukan kesalahan, namun bukan menyelesaikan masalah tetapi kembali menimbulkan masalah baru dengan adanya selisih total perolehan suara akhir untuk PAN yakni dari sebelumnya 21.712 suara menjadi 21.702 suara, sehingga harus dilakukan penelusuran kembali guna tidak mempengaruhi jumlah surat suara yang digunakan.
Sementara untuk Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang dalam pleno sebelumnya juga dipending penetapannya karena ada selisih satu suara antara DPD dan DPR RI dengan DPRD Propinsi, berhasil ditemukan sehingga terkoreksi dan kemudian ditetapkan. Sedangkan untuk selisih pengguna hak pilih antara DPD dengan DPR dan DPRD sebanyak 11 suara itu terjadi karena adanya pemilihan ulang di Kecamatan Miomaffo Timur yang kekurangan surat suara pada salah satu TPS sehingga dilakukan pemilihan ulang khusus untuk DPD, sehingga jumlah pengguna hak pilihnya menjadi berbeda.
Hal yang sama terjadi untuk Kabupaten Sumba Tengah (Sumteng) dan Kabupaten Kupang yang pada pleno sebelumnya, Selasa (22/4/2014) malam terdapat selisih kelebihan suara untuk pengguna hak pilih dari DPKTb (pemilih yang menggunakan KPP, kartu keluarga) dari pemilih yang terdaftar dalam DPKTb, setelah dilakukan penelusuran ditemukan adanya pemilih yang terdaftar dalam DPKTb yang tidak terinput ke formulir D1, sehingga kemudian mendapat persetujuan dari Bawaslu NTT yang mempersoalkan data ini untuk ditetapkan.*



Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Selisih Data Suara di Sumba Tengah dan TTU, KPU NTT Kembali Menunda Pleno"

Posting Komentar