LSI Tak Berani Dibubarkan jika Surveinya Salah


JAKARTA - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) tidak berani menerima tantangan Puskaptis. Tantangan yang dimaksud adalah membubarkan diri jika hasil quick count Pilpres 2014 mereka tidak sesuai dengan hasil resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang akan diumumkan pada 22 Juli.

Ketika ditanya wartawan perihal berani atau tidak menanggapi tantangan membubarkan diri Peneliti LSI, Aji Alfarabi mengelak. “Kami perusahaan dari tahun 2004, kami juga harus menjaga kredibilitas kami di internal,” kata Aji, Sabtu (12/7/2014).

Dia juga tidak menjawab ketika ditanya apakah pertaruhannya terlalu besar jika survei yang dimilikinya ternyata salah. “Bukan berarti yang berani itu benar,” kata Aji.

Aji dalam diskusi yang berlangsung hari ini mengakui bahwa LSI terikat kontrak politik dengan Jokowi-JK. Dia menolak untuk menyebutkan berapa besar nilai kontrak dari capres-cawapres tersebut.

Direktur Eksekutif Pusat Kajian Pengembangan dan Kajian Strategis (Puskaptis) Husen Yazid menantang lembaga survei lainya. Tantangan tersebut hingga saat ini belum ada yang berani menanggapi oleh lembaga survei yang memenangkan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Total ada tujuh lembaga survei  dan satu lembaga penyiaran yang menyelenggarakan quick count yang mencatat kemenangan Jokowi-JK, yaitu SMRC, LSI Denny JA, CSIS-Cyrus Network, Litbang Kompas, Indikator Politik, RRI, Populi Center, dan Poltracking. (ful/okezone)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "LSI Tak Berani Dibubarkan jika Surveinya Salah"

Posting Komentar