Proyek MBR Bermasalah Penuhi Panggilan Penyidik Kejati NTT, Rony Dibawa Dengan Ambulance


 Penuhi Panggilan Penyidik Kejati NTT, Rony Dibawa Dengan Ambulance

KUPANG -- Rabu (27/8/2014) sore, sekitar pukul 17.00 wita, tersangka Direktur PT. Timor Pembangunan, Rony Anggrek dibawa keluarga dan penasihat hukumya menggunakan mobil ambulance RSU Prof. Dr. WZ Johannes Kupang ke kantor Kejati NTT untuk memenuhi panggilan jaksa penyidik.
Karena dalam kondisi sakit, tersangka Rony Anggrek batal diperiksa jaksa penyidik Kejati NTT.
Jaksa Rudi, SH selaku Koordinator Tim Penyidik Kejati NTT Untuk Kasus Dugaan Korupsi Proyek MBR Kabupaten Alor, ketika ditemui di kantor Kejati NTT, Rabu (27/8/2014) sore, mengatakan hal itu.

Menurut Jaksa Rudi, saat dibawa ke kantor Kejati NTT menggunakan mobil ambulance, tersangka Rony Anggrek masih dalam posisi terbaring dan dipasang infus.
Karena dalam kondisi sakit, tersangka Rony Anggrek langsung dibawa pulang ke RSU Prof. Dr. WZ Johannes Kupang untuk dirawat kembali di RSU tersebut.

"Tersangka Rony Anggrek dalam kondisi sakit, jadi tidak bisa diperiksa jaksa penyidik. Meski demikian, pihak penyidik Kejati NTT akan meminta rekam medik dari RSU Prof. Dr. WZ Johannes Kupang yang menerangkan tentang kondisi kesehatan tersangka Rony Anggrek," kata Jaksa Rudi.
Sebelumnya, tersangka Direktur PT. Timor Pembangunan, Rony Anggrek dirawat di Kamar No. 8 Paviliun Cendana RSU Prof. Dr. WZ Johannes Kupang, Selasa (26/8/2014) siang.

Tersangka kasus dugaan korupsi proyek MBR di Kabupaten Alor ini berharap, rencana pemeriksaan terhadap dirinya oleh penyidik Kejati NTT hari Rabu (27/8/2014), bisa ditunda karena kondisi kesehatan yang belum membaik.*

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Proyek MBR Bermasalah Penuhi Panggilan Penyidik Kejati NTT, Rony Dibawa Dengan Ambulance"

Posting Komentar