Tunggakan PNPM di Provinsi NTT Rp 187 Miliar


Tunggakan PNPM di Provinsi NTT Rp 187 Miliar
KUPANG -Penghentian Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan ((PNPM-MPd) oleh pemerintah pusat masih menyisakan tunggakan yang lumayan besar.
Total dana pokok yang diluncurkan ke 21 kabupaten dan kota di Provinsi NTT mencapai Rp 929. 664.636.800 untuk program simpan pinjam kelompok perempuan (akumulasi dari 2008-2014). Dari jumlah itu baru dikembalikan Rp 608.220.902.918 dengan bunga pengembalian mencapai Rp 120.306.158.577 atau baru mencapai 76 persen.

Hingga kini tunggakan yang masih beredar di kelompok masyarakat (pokmas) sebanyak 17.203 atau 246.598 orang mencapai Rp 187.740.527.130.Sementara bunga tunggakan Rp 27.947.279.143. Terhadap tunggakan ini, pemerintah provinsi telah menjalin komunikasi dengan pemerintah kabupaten agar sebelum Desember 2015 harus ditagih dengan memberdayakan 791 fasilitator PNPM yang ada.
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Provinsi NTT, Drs. Flori Mekeng menyampaikan hal ini melalui Kepala Bidang Usaha Ekonomi Masyarakat, Drs. Remigius Efi di ruang kerjanya, Senin (18/5/2015).
"Gubernur sudah mengirim surat ke Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi agar para fasilitator dan konsultan PNPM bisa dijadikan fasilitator untuk penagihan tunggakan hingga Desember 2015. Ada alokasi dana untuk membiayai 791 fasilitator yang ada dalam DIPA dekonsentrasi senilai Rp 62.314.091.000 untuk 306 kecamatan dan 2.950 desa di 21 kabupaten di NTT. Kita berharap Juni atau Juli 2015 sudah ada persetujuan dari kementerian," ujarnya.
Remigius menambahkan, untuk pinjaman Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dari pemanfaat sebanyak 86.096 orang atau 11.306 pokmas, alokasi pinjaman mencapai Rp 255.235,855.268 baru dikembalikan Rp 175.144.627.386. Sementara bunga pengembalian baru mencapai Rp 83.613.258.827 atau masih 72 persen. Tunggakan yang belum ditagih untuk pokok mencapai Rp 67.670.705.671 sedangkan bunga Rp 9.958.516.480 yang merupakan akumulasi dari UEP sampai PPK sejak tahun 1998-2007. Semua tunggakan ini, kata Remigius, harus ditagih kembali karena ini merupakan dana negara. (yon)

Penulis: PosKupang
Editor: Putra

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tunggakan PNPM di Provinsi NTT Rp 187 Miliar"

Posting Komentar