Ajar Kau Pung Laki Supaya Dia Jangan Datang Gatal Disini

Kalabahi : Pos Alor. DITEMUI Di kediamannya pada Sabtu (di bilangan Tingkat Satu RT 08/RW 04 Kelurahan Kalabahi Kota, Jane Bolang Blegur,Isteri Kepala Dinas Kebersihan Kabupaten Alor,Obet Bolang,S.Sos mengatakan sesuai dengan rencana saya dan suami akan ke Kupang untuk rawat jalan pada Minggu (09/08). Maka pada Sabtu pagi saya tanya suami tiket tujuan Kupang tetapi dia bilang tidak beli karena saya tidak sampaikan. Entah bagaimana pada saat itu ada timbul kecurigaan terhadap suami.  Sebab menurut perhitungan saya pasti ada yang tidak beres terhadap suami selama dia berada di Kupang.
Pada Selasa (11/08) pagi saya kontak suami tetapi dia tidak mau terima.  Sekitar 10 menit kemudian dia terima telepon. Entah bagaimana pada saat terima telepon dia bilang,”Hallo Ma Say”,pikirnya dia bicara dengan saya. Jadi saya bilang “iya Pa, mohon maaf HP rusak jadi ada pakai anak punya”. Tetapi dia bicara terus, jadi saya berpikir, suami saya sementara berbicara dengan siapa. Akhirnya saya menyadari kalau dia ada bawa dua HP. Dalam pembicaraan saya dengar dia (Obet red) bilang “Ma,Say ada pakai celana warna apa?dan suara di seberang jawab”kuning semua oo”, selanjutnya saya dengar lagi dia bilang,Ma biar Ma saja yang pergi ke kementerian ya, jangan Kepala Bappeda yang ke Kementerian. Jadi nanti,Ma telepon ke,Pak Marthen Hitikana (Kepala Bappeda red) supaya dia tidak boleh pergi ke Kementerian. Oh dia sementara bicara dengan perempuan siapa,“Ko di mulut penuh,Ma Sayang”.  Dia juga tanya,Ma kapan datang, Jam berapa dan sebagainya. Yang jelas nada-nadanya sangat mesrah.
Dugaan saya mungkin dia mau kasi mati HP tetapi dia tidak sadar kalau sementara ada tekan tombol jawab. Selang beberapa saat saya telepon dan dia jawab, Hallo Ma, saya langsung bilang,adu,bapak Tuhan sungguh luar biasa, yang tersembunyi di mata manusia tetapi tidak demikian dengan Tuhan. Terus suami saya bilang, ada apa lagi?pusing lah,saya ada kerja jadi jangan ganggu.
Saya sampaikan ke dia bahwa saya sudah dengar semuanya. Mendengar penjelasan tersebut, dia bilang,”Oh tidak,saya berbicara dengan orang kementerian”. Jadi saya mengatakan itu semua tidak benar. Masa dengan orang kementerian, ko pakai kata Ma say,Bapak pakai celana pendek,kuning semua oo. Ini bertanda ada apa-apa,”Kata Jane.
Setelah mengatakan demikian saya tutup telepon kemudian berdoa,”Tuhan,saya tidak mau mencurigai siapa-siapa. Jadi tolong tunjukkan siapa perempuan yang baru berbicara dengan suami saya melalui telepon. Karena dalam telepon dia tidak sebut nama perempuan. Tiba-tiba ada teman dari kantor telepon, sebut nama Ati Obidje.
Pada Rabu (12/08) saya berangkat ke Kupang. Karena dia  menginap di Hotel Debitos. sesampainya di Kupang saya cek di Hotel Debitos ternyata benar, suami saya ada chek in di situ tetapi dia tidak tidur di Debitos.
Karena dalam keadaan sakit jadi saya sampaikan di ojek,”Kedatangan sdi Kupang juga orang tua tidak tahu dan kebetulan saya ke Kupang untuk berobat tetapi suami tidak ada jadi tolong antar saya ke bandara. Pada saat menuju bandara perasaan agak lain sehingga saya suru ojek menuju Hotel Ina. Sampai di Hotel Royal bensin habis, jadi saya jalan kaki menuju Hotel Ina.
Pada saat masuk saya lihat ada penjaga hotel jadi saya bilang,”mohon maaf apakah saya bisa masuk ke dalam”penjaga hotel bilang oh,bisa. Satpam tanya mau menginap ko ibu, jadi saya bilang tidak saya ada cari orang. Satpam tanya, siapa?saya bilang, mungkin dia biasa menginap disini, Pak Obeth Bolang, satpam tanya lagi,ibu siapanya Pak Obet, yang dari Alor,saya katakan bahwa isteri sahnya. Kemudian saya keluarkan cincin nikah dan tunjukkan di penjaga. Satpam bilang terus perempuan tadi siapa? Dan yang biasa dia bawa ke sini siapa?mendengar itu saya langsung emosi, tetapi berusaha tenang, saya pikir perempuan yang telepon dari Jakarta malam itu pasti berangkat ke Kupang,jadi saya jalan masuk.
Saya lihat dia ada di lobi hotel. Saat lihat saya ada perempuan yang lari, entah siapa saya tidak tahu, dia pegang dan seret saya sepanjang lorong hotel. Karena sudah banyak orang, jadi saya bilang saya ini dia punya isteri sah. Jadi pegawai hotel bilang terus perempuan yang tadi ada duduk sama-sama siapa,”Ujarnya.
Karena kepingin tahu siapa yang mereka maksudkan tetapi saya sudah tahu pasti,itu perempuan. Di lobi hotel, Obet langsung pukul saya, jadi saya bilang, hai kamu berani pukul saya e. Karena emosi ada pukul dia beberapa kali, cakar dia dan sebagainya. Dengan bukti beberapa luka hasil cakaran saya dia jadikan modal utamanya untuk mengadu di bupati dan sebagainya, bilang saya ada siksa dan aniaya dia.
Di Hotel Ina saya bilang, jangan buat heboh, semuanya tidak akan soal kalau kamu jujur. Langsung dia bilang,sudah kita pulang, dia pegang saya dan lempar saya dalam mobil. Dalam mobil saya bilang pengobatan kau tidak urus. Ijin di kantor  urus isteri berobat ternyata SPPD dari Bappeda bukan dari Dinas Kebersihan.  Jadi saya bilang itu saja sudah penipuan,”sampai hati lu tidur dengan perempuan”lu bilang di Hotel Debitos ko ada di Hotel Ima. Saya minta penjelasan tetapi dia tidak pernah memberikan penjelasan tetapi seret saya sepanjang lorong hotel kemudian buang dalam mobil.
Sampai di Kalabahi saya ke kadelang bertemu dengan anak-anak yang pernah menyaksikan perbuatan mereka. Sesampainya di sana saya sampaikan di anak-anak kalau boleh jangan dengan nada kasar. Setelah hari ini apabila dia datang lagi boleh tangkap dan tolong hubungi saya.  Dikatakan olehnya bahwa anak-anak di Kadelang sangat tahu persis dengan kronologis kehadiran,Obet di rumah Ati Obidje. Menurut mereka hampir setiap menjelang siang,Obet selalu datang di rumah, Ati Obidje.
Pada hari Selasa Bupati telepon, tetapi bukan panggil saya menghadap. Saya tidak pernah mengatakan kepada bupati atau siapapun bahwa rumah tangga saya baik-baik. Memang benar dalam telepon bupati sampaikan bahwa, bagaimana ini, persoalan sudah sampai ke media social (facebook). Bupati tanya apakah pernah pukul Obet. Saya sampaikan bahwa tidak pernah tetapi dia yang pukul saya. Sebagai perempuan saya juga berhak untuk menangkis atau membela diri, kalau saya tidak tangkis dan biarkan dia pukul saya sampai semaput bagaimana. Saya sampaikan kepada bupati bahwa tindakan, Obeth waktu keluarkan saya dari hotel sungguh sangat tidak manusiawi.
Saya sangat menyadari bahwa saya ini pegawai kecil, dia (Obet red) pejabat daerah jangan sampai dapat dukungan dari teman-teman pejabat lainnya kemudian saya ditendang.  Saya selalu berusaha untuk menjaga suami tetapi saya ibarat kalereng yang di kutik sana-kutik sini, ibarat sudah jatuh tertimpa tangga,”kata Jane lirih.
Saya pernah ke rumah Ketua RT setempat  tempat Ati Obidje berdomisili dan menurut pengakuan mereka setiap hampir siang Obet selalu apel di rumahnya.  Meskipun menyakitkan tetapi saya minta di pemuda setempat agar jangan sampai tankap basah. Perbuatan Obet ini semuanya saya ceritakan kepada bupati. Hal ini  berarti saya tidak pernah mengatakan bahwa rumah tangga saya baik-baik saja bukan.
Beberapa waktu lalu saya pernah ke rumah, Ati Obidje untuk mengingatkan dia agar jangan terima ataupun tamping suami saya lagi.  Jadi dia bilang,hei lu jangan asal bicara. Jadi saya bilang,”Kenapa tidak panggil tetangga di sekitar sini yang biasa menyaksikan lu dengan Obet pung perbuatan. Sampai Obet bangun Pukul.05.30 karena tidak bisa keluar jadi pikul pot bunga keluar,jadi itu tidak benar ko. Saya punya laki setiap pagi datang,malam juga datang,kamu ini kelainan atau apa? Pejabat tetapi goblok seperti itu. Bermain sampai buka kain gorden dan menjadi tontonan anak-anak,jadi berhenti sudah.
Kamu harus ingat bahwa saya yang datang ini isteri sah, Obet. Jadi dia bilang lu ini mulut busuk,lebih baik saya,perbuatan busuk daripada mulut busuk.  Merasa heran dengan ungkapannya, saya bilang,Ati jangan sampai kau sudah gila,masa bisa omong aneh-aneh begitu. Mana ada orang bilang lebih baik perbuatan busuk daripada mulut busuk. Kamu itu pejabat yang berlagak alim tetapi ternyata rusak.
Jadi,Ati Obidje bilang,Oh kamu pung suami, yang Obet Bolang ko? Kalau begitu na ikat dia pung kaki di kamar supaya dia jangan datang gatal disini atau di lain tempat. Kepada keluarga, Ati Obidje Saya sampaikan agar mereka tolong ajar Ati Obidje, sebab pejabat tetapi bodok,bikin malu-malu daerah. Sebelum pulang saya bilang kau ingat, saya tidak mempersalahkan kamu saja tetapi suami saya juga,”Ujarnya lirih. (efakoly)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ajar Kau Pung Laki Supaya Dia Jangan Datang Gatal Disini"

Posting Komentar