Hikmah Usai Pilkada Serentak 2018

Image result for pilkada
Inilah hukum Alam Semesta. Allah menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan: ada siang ada malam, ada panas ada dingin, ada sehat ada sakit, ada senang ada susah, ada lapang ada sempit, ada kaya ada miskin, ada menang ada kalah.

Allah tidak akan membiarkan adanya suatu kaum yang berlaku sewenang-wenang terhadap kaum-kaum lainnya kecuali Allah akan hadirkan sekelompok manusia lainnya yang bertugas menjadi penyeimbang atas kelompok yang berlaku zalim tersebut. Ini dikenal dalam istilah Islam sebagai Sunnatu At-Tadaafu'(Sunnatullah dalam hal Konflik Antar-Umat).

Pasca Pilkada serentak 2018 ini, pemahaman spiritual atau kecerdasan spiritual itu sangatlah penting dimiliki semua konteatan. Baik bagi pasangan calon, maupun bagi tim sukses masing-masing.
Yang menang harus tetap rendah hati, dan yang kalah mesti lapang dada. Itulah manusia berkualitas: menang tapi rendah hati, kalah tapi lapang dada.
Banyak peristiwa yang terjadi. Usai Pilkada, orang banyak bermusuhan karena perbedaan pilihan. Dan permusuhan juga sering dipicu oleh kandidat yang tidak mau menerima kenyataan. Mereka hendak melawan takdir.
Segala cara digunakan untuk mencapai ambisi berkuasa. Misalnya menggugat dan menyogok aparat penegak hukum.
Ada peristiwa menyedihkan. Justru usai Pilkada, ada beberapa kejadian. Rumah tangga berubah menjadi malapetaka. Disharmonisasi terjadi karena hati tidak lapang dan tidak mau berserah diri kepada Allah.
 Mari satu hati satu pikiran mabangun negeri ini, semua sudah kita lakukan dan usahakan dengan maksimal dan tinggal tunggu keputusan kemenangan di KPUD di wilaya masing-masing.

Begitulah. Saya hanya mengingatkan betapa pentingnya bersyukur, kalah atau menang. Kebahagiaan dapat raih tanpa harus menjadi jawara atau pemenang. Tergantung bagaimana memanaje hati dan ambisi.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Hikmah Usai Pilkada Serentak 2018"

Posting Komentar