Indahnya Menerima Kekalahan Usai Pilkada Serentak Di NTT Adalah Salah Satu Jiwa Sportivitas


DALAM sebuah perjuangan kalah dan menang hanyalah persepsi dari sebuah yang di raih dari hasil akhir. Seseorang yang memiliki nilai-nilai sportivitas dan etika hidup di dalam jiwa, maka sang jiwa memiliki kekuatan untuk menerima sebuah hasil akhir dalam dua pilihan kalah atau menang dengan penuh tanggung jawab dan senyum indah serta tulus.
Namun saat kita tidak ikhlas menerima kekalahan dari sebuah pertarungan yang terbuka dan terukur dengan norma dan aturan, maka kita sedang menciptakan monster amarah yang membuat diri yang di kalahkan oleh diri kita sendiri. Ikhlas dan bersabar merupakan jalan untuk meraih kemenangan. Begitu juga tidak ikhlas dan penuh kebencian merupakan jalan selanjutnya untuk menuju kekalahan.
Satu hal yang harus kita perhatikan dengan qalbu kita, dalam fragmentasi kehidupan tidak selamanya kita menjadi sang pemenang. Kita juga tidak selalu unggul di segala aspek kehidupan, setiap pelik ritme kehidupan yang kita jalani  dalam kehidupan sehari-hari termasuk juga dalam memenangkan realita atas idealita termasuk pilkada yang telah kita jalani bersama. Kita tidak boleh memaksakan mimpi, sebab tidak semua yang kita impikan menjadi kenyataan dan sebuah realita juga tidak semua yang kita inginkan kita dapatkan.
Suatu waktu, dunia kekalahan harus berpihak pada kita. Dan tentunya sudah pasti sangat berat untuk bisa kita menerimanya. Hal ini di sebabkan bersamaan dengan itu muncul perasaan rendah, hina, dan tidak berdaya. Namun itulah realita yang  harus kita terima, sepenuhnya.
Terdapat satu hal yang kita lupa. Bukan karena lemah, tidak berjuang dengan dengan usaha dan doa sehingga kita kalah. Melainkan, karena memang itulah jalan yang harus kita lalui dalam roda kehidupan ini, tanpa bisa memilih dan berbalik arah. Itu menjadi bagian dari detail takdir Allah SWT yang harus kita lalui dalam rangkaian panjang jalan kehidupan ini.
Esensi kekalahan itu merupakan kemenangan dalam bentuk yang berbeda. Bagaimana memanajemenkan kemenangan hati kita dalam menerima atas segala apa yang telah ditetapkan oleh sang Pencipta. Kemenangan kita dalam ujian kesabaran.
Tugas kita mencari hikmah yang tersembunyi dibalik sebuah kekalahan. Di balik Kekalahan itu hanyalah terdapat seberkas tabir gelap yang harus kita singkap dengan untaian mata hati dan qalbu yang bersih. Sebuah gerbang yang menghambat roda kehidupan dan tidak mampu kita melewatinya melainkan dengan mencoba menunduk diri dengan segenap jiwa dan qalbu kita.
Kekalahan itu laksana sebuah tangga yang hanya bisa dilalui dengan kesadaran sepenuhnya bahwa kita ini bukan apa-apa di hadapan Sang Khalik Yang Maha Tinggi. Allah SWT sesungguhnya, tengah mengajarkan kepada kita bahwa kuasanya Maha Besar dan kita tidak akan pernah berdaya menghadapi tanpa iradah dan qudrah-Nya. Laksana untaian tangan pemberi yang baru bisa dibuka dengan rintihan-rintihan di
tengah hening malam sepi, dalam rintihan isak tangis derai air mata penuh mengiba.
Ketika itu kita melaluinya akan sampailah kita pada cahaya yang jauh lebih agung dan jauh lebih sakral dari apa yang telah kita perjuangkan.
Sejatinya kita sebagai manusia dan khalifatul ardhi belumlah menjadi sosok manusia seutuhnya. Kala belum pernah sampai kepadanya menerima kekalahan yang menjadikan dirinya tersadar bahwa dirinya hanyalah satu makhluk yang lemah dan terus mengintropeksi diri serta menata kembali perjuangan menuju hari esok yang lebih cerah dalam menggapai mardhatillah.



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Indahnya Menerima Kekalahan Usai Pilkada Serentak Di NTT Adalah Salah Satu Jiwa Sportivitas"

Posting Komentar