Nasib Pilkada Alor Di Ujung Palu MK 23 Juli 2018


Nasib Pilkada Alor Di Ujung Palu MK 23 Juli 2018


(Wawancara Eksklusif Bersama Helio Caetano)
strikenews-Editorial,- Sidang gugatan sengketa pemilihan kepala daerah Kabupaten Alor 2018 nyaris menemui jadwal sidang. Banyak sudah tanggapan dari berbagai pihak mulai menghakimi sekaligus membela keputusan dari Imanuel Blegur-Taufik Nampira, dimana keduanya memiih untuk mencari keadilan terhadap produk pesta demokrasi lima tahunan di kabupaten ini melalui jalur meja hijau.
Masyarakat Alor seharusnya sudah punya kepastian tentang siapa pemimpin mereka (Bupati dan Wakil Bupati), yang lahir dari tangan-tangan seluruh rakyat Alor melalui Pilkada Alor 27 Juni 2018 lalu, dimana pimpinan hasil pilihan masyarakat ini akan menahkodai biduk Pulau Kenari ini lima tahun ke depan.
Namun kenyataan berkata lain, nasib pemimpin Kabupaten Alor produk Pilkada 2018 tidak lantas berhenti setelah perhitungan suara (Pleno) diberbagai tingkatan, bahkan sempat santer diberitakan telah dimenangkan oleh salah satu paket pemenangan.
Miris, setelah ujung paku tertancap melalui tangan yang mendaulat putusan hati nurani, muncul lagi satu persoalan baru dengan permohonan peninjauan kembali atas hasil pemilihan kepala daerah di kabupaten ini ke Mahkamah Konstitusi.
Paket INTAN, pasangan dengan Nomor Urut 1 disebutkan sebagai pi0hak yang menggulirkan bola sengketa Pilkada ke meja hijau Mahkamah Konstitusi. Pasangan paket ini berpendapat, bahwa hasil pilkada di Kabupaten Alor 2018 telah menghasilkan produk yang terindikasi penuh dengan kecurangan.  Ada tangan-tangan yang tak berdaulat, telah mencampuri dan mengotori nurani rakyat Alor, sehingga hasilnya tersebut harus batal demi hukum.
Untuk memecahkan misteri dibalik upaya gugatan Paket INTAN melalui Mahkamah Konstitusi ini, redaksi berkesempatan mewawancarai salah satu kuasa hukum Paket INTAN, Helio Caetano Moniz De Arauajo, SH.
Pria WNI, kelahiran Timor Leste 46 tahun silam saat ditemui di kediamannya di Jakarta Selatan, Kamis (19/07) Pagi mengisahkan banyak hal yang menjadi alasan pengajuan gugatan ke MK oleh Paket INTAN.
Berikut hasil wawancara redaksi strikenews.id bersama Helio Caetano Moniz, SH.
Bagaimana proses sengketa Pilkada Alor sejauh ini?
“Ya, syukurlah.
Kita sudah bisa melewati masa kritis, dimana waktu pendaftaran dan peneyerahan bukti yang begitu singkat. Bayangkan, tanggal 5 Juli jam 08.00 malam baru ada keputusan KPU Kabupaten Alor tentang rekapitulasi hasil perhitungan dan perolehan suara.
“Malam itu kebetulan saya berada di Alor, jadi saya bisa langsung buat surat kuasa, tanggal 6 Juli saya harus ke Atambua, untuk meneyelesaikan urusan yang sangat penting. Tanggal 8 Juli saya berangkat ke Jakarta dan bertemu para rekan kuasa hukum lain yang rela membantu. Tanggal 9 Juli sudah harus melakukan pendaftaran online, sementara tanggal 11 baru tiba semua alat bukti surat dari Alor.
“Saya bersama tim kemudian harus melakukan sortir dan copy satu per satu halaman dirangkap 3 eksemplar, yang setiap lembarnya harus dibubuhi dengan materai 6.000, dan selanjutnya melakukan pengesahan leges di Kantor Pos.
“Semua sudah harus diserahkan kepada MK tanggal 12 Juli 2018, dengan batas waktu jam 12.00 malam. Syukurnya ada masa buat melengkapi berkas hingga tanggal 16 kemarin, sehingga kita bisa rangkumkan 349 alat bukti dan sudah kita serahkah semuanya”.
Sesuai dengan ketetapan UU, bahwa yang boleh disengketakan di MK adalah apabila terdapat selisih suara sebanayak 2%, berapa selisih persentasi suara yang Anda dan rekan-rekan sengketakan di MK?
“Persentasi kekalahan kita cukup telak, kita kalah 8.111 suara, sekitar 7% lebih sedikit.
Aturan mengatakan “selisih 2 persen suara sah”, ada kata “sah” di ujungnya. Bagaimana kalau selih lebih dari 2% tetapi “tidak sah?”. Jadi, tugas kita untuk membuktikan bahwa ketentuan 2% suara sah tidak berlaku bagi Pilkada Alor karena isinya diduga kuat “suara tidak sah”.
Bagaimana Anda mengatakan suara tidak sah, apabila KPU Alor sendiri telah mengatakan sah?
“Ya, untuk itulah adanya Mahkamah Konstitusi. Tugas MK untuk menilai keabsahan suaranya. Kalau kita tanya KPU semua mengatakan sah, kita laporkan kepada Panwas Kabupaten katanya sudah sesuai aturan, ‘kan lebih baik masing-masing kita bicara di dalam sidang, biar hakim yang memutuskan.
Bagaimana langkah-langkah pembuktiannya dari pihak Intan?
“Ya, kita punya 349 alat bukti surat dan alat-alat bukti tersebut sama dengan punya KPU Alor maupun pihak terkait lainnya. Kita juga punya saksi fakta, yang melihat dan saksi ahli yang akan menerangkan dari segi pengetahuannya tentang proses demokrasi itu seperti apa seharusnya.
Apa sesungguhnya yang menjadi poin utama gugatan?
“Ya, penggelembungan suara pemilih. Bahasa saya, tangan-tangan rakyat Alor itu yang berdaulat, yang memutuskan lewat ujung paku di tangan mereka, tapi ada juga tangan-tangan tak berdaulat, yang turut mengotori nurani dan kedaulatan rakyat dengan ujung-ujung pakunya yang bengkok, sehingga kita butuh palu untuk mencabut kembali paku-paku bengkok itu, supaya demokrasi bisa menjadi perekat bukan pemisah.
Seberapa besar keyakinan anda bersama tim kuasa hukum memenangkan gugatan ini?
“Keyakinan itu milik hakim, mereka yang akan memutuskan atas dasar dua hal. Pertama; kebenaran fakta menurut hukum, kedua keyakinan.
Tugas kita tim kuasa hukum adalah mengungkapkan kebenaran dengan fakta-faktanya saja. Modal kita hanya fakta, itu saja.
Apa harapan Anda dalam kasus ini?
“Harapan saya, masyarakat Alor harus bersabar menanti adanya keputusan MK.
“Negara kita adalah negara hukum, segala perselisihan akan diselesaikan menurut hukum. Antara kita sebagai masyarakat wajib menjalani kehidupan dengan penuh ketertiban, ketenteraman, dan kedamaian.
“Siapa pun pihak yang kemudian dinyatakan kalah dan menang, harus menghormati dan menyerahkan kepada keputusan MK, sebagai lembaga tingkat pertama dan terakhir dalam kasus ini.
“Setelah dari MK ini, tidak aka ada yang lain-lain lagi, andai kata ada persoalan lain lagi, mungkin menyangkut tindak pidana pemilihan atau pelanggaran kode etik, itu jalurnya beda lagi.(*red)

Sumber : 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Nasib Pilkada Alor Di Ujung Palu MK 23 Juli 2018"

Posting Komentar