Sengketa Pilkada Alor..KPUd Alor Bantah Kecurangan C-KWK Dissabilitas Fiktif Panwaslu Mentahkan Jawaban KPUd


Foto: Dominika Deran, Ketua Panwaslu Alor

Upaya pihak termohon (KPU) daerah Alor untuk membantah gugatan yang telah dilayangkan oleh pemohn (Imanuel Blegur-Taufik Nampira) tentang pembengkakan jumlah pemilih dissabilitas fiktif dalam formulir C-KWK, menuai bantahan dari keterangan Ketua Panwaslu Alor, Dominika Deran.
KPUd Alor dalam penjelasan keterangannya di ruang sidang Mahkamah Konstitusi, Jumat (02/08) siang, yang dibacakan oleh kuasa hukum KPUd Alor, Melkianus Ndaomanu menyebutkan, bahwa suara pemilih disabilitas yang fiktif adalah tidak benar karena pemilih disabilitas adalah pemilih yang sudah tercatat dalam DPT dan di dalam Formulir Model C-KWK termuat dalam angka romawi (II), judul Data Pemilih dan Penggunaan Hak Pilih Disabilitas/Penyandang Cacat, sehingga dalam Pemungutan dan perhitungan suara telah tercatat semua Pemilih Disabilitas yang menggunakan hak suaranya di 500 TPS dan tercatat pula di 77 formulir Model DA-KWK serta tercatat dalam formulir Model DB-KWK.
Jawaban KPUd tersebut, kemudian berbanding tebalik dengan keterangan Ketua Panwaslu Alor, yang dibacakan oleh Dominika Deran.
Dalam jawaban Panwaslu Alor selaku pihak terkait dalam pokok perkara yang dibacakan oleh Dominika menyebutkan, peningkatan jumlah pemilih dissabilitas bukan seperti yang didalilkan oleh pemohon, bahwa terdapat peningkatan jumlah pemilih dissabilitas yang tidak sesuai dengan kenyataan di Kabupaten Alor.
Menurut Dominika, peningkatan pemilih disabilitas tersebut oleh karena akibat dari kekeliruan KPPS yang mengkategorikan pemilih yang tidak hadir menggunakan hak pilihnya di TPS karena sakit, sebagai Pemilih Dissabilitas, pada hari pemungutan suara ada pemilih yang tidak bisa datang ke TPS karena sakit.
“KPPS kemudian bersama saksi pasangan calon dan Pengawas TPS memobilisasi surat suara ke tempat pemilih untuk dicoblos.
“Terhadap pemilih demikian, KPPS mengkategorikan sebagai Pemilih Dissabilitas, sehingga hampir di semua TPS pemilih disabilitas angkanya meningkat dibanding angka dissabilitas di DPT”, papar Dominika.
Ketua Majelis Hakim, Arief Hidayat usai mendengarkan jawaban dari masing-masing pihak menyebutkan, MK dalam waktu dekat akan mengirimkan pemberitahuan kepada masing-masing pihak, tentang waktu persidangan lanjutan, setelah Dewan Majelis melakukan sidang pertimbangan atas bukti-bukti, materi gugatan dari Imanuel Blegur-Taufik Nampira, serta melakukan kontra perbandingan jawaban dari pihak termohon.
Sebelum menutup jalannya persidangan, Arief Hidayat bersama majelis hakim lainnya mengecek kembali bukti-bukti yang telah diserahkan oleh pihak termohon, atas gugatan sengketa yang telah dilayangkan pemohon, soal dugaan pengelembungan suara yang terindikasi untuk memenangkan Paket AMIN.
Sebelumnya, melalui kuasa hukumnya pihak termohon telah membeberkan temuan atas kecurangan penyelenggara pilkada pada format C-KWK, yang terindikasi dipalsukan oleh KPUd Alor, terutama soal dugaan pengelembungan pemilih dissabilitas yang meningkat naik dalam pilkada 2018.
Pihaknya juga telah memasukan bukti tambahan, berupa bukti screenshoot percakapan dari grup Whatsapp yang beranggotakan beberapa anggota Panwaslu Alor, dimana dalam percakapan tersebut menyebutkan adanya perintah salah satu petinggi Panwaslu, yang telah memerintahkan beberapa anggotanya untuk melengkapi dan memperbaiki beberapa data yang ada kaitannya dengan kecurangan di format C-KWK.(*Erik)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sengketa Pilkada Alor..KPUd Alor Bantah Kecurangan C-KWK Dissabilitas Fiktif Panwaslu Mentahkan Jawaban KPUd"

Posting Komentar