Guru-guru NTT Dapat Kado Spesial 49 Miliar Tahun 2019




Winston Rondo
    
Kupang- Pengeluhan sejumlah guru di wilayah Provinsi NTT terkait kesejahteraannya akhirnya terjawab. 
Pembahasan APBD NTT 2019 yang tinggal menunggu penetapan, memberi ‘angin segar’ untuk para guru se-NTT. 
Iklan Wak 
Guru honorer, guru kontrak, guru komite serta pegawai negeri sipil (PNS) akan dialokasikan anggaran sebesar Rp49 miliar pada APBD 2019.
Hal ini disampaikan Anggota Komisi V DPRD NTT, Winston Neil Rondo, Kamis (15/11).
Winston mengatakan, hasil pembahasan rancangan APBD NTT 2019, menunjukkan ada sesuatu yang spesial yakni besarnya perhatian dari pemerintah dan dewan untuk belanja fungsi pendidikan. 
Lanjutnya, selain itu pemerintah dan DPRD, menjawabi isu- isu krusial yang selama ini dirindukan masyarakat, terutama para guru. Sudah dapat dipastikan, dalam APBD 2019 yang akan ditetapkan, guru PNS yang berjumlah kurang lebih 9000 orang, akan diberikan tunjangan kesejahteraan rakyat (Kesra) terhitung mulai Januari 2019. 
Sedangkan untuk guru komite dan yayasan yang berjumlah sekitar 10.000 orang, akan diberi insentif tambahan.
“Dinas Pendidikan NTT akan melakukan verifikasi dan dana yang telah dialokasikan itu dibagi secara adil untuk para guru komite, yayasan dan PNS,” kata Winston.
Terkait besarnya insentif yang diterima masing- masing guru komite dan yayasan, Ketua Fraksi Partai Demokrat ini menyatakan, idealnya besaran yang diterima setara dengan Upah Minimum Provinsi (UMP). Namun sangat bergantung pada kemampuan keuangan daerah, sehingga jumlahnya pasti lebih kecil dari UMP. 
“Insentif yang kita alokasikan ini, lebih difokuskan untuk honor guru komite yang selama ini hanya mendapat upah yang sangat kecil, yakni sekitar Rp100-Rp200 ribu per bulan. Persoalan upah yang selama ini dikeluhkan, sedikitnya bisa terjawab dengan mendapatkan insentif yang dialokasikan dalam APBD NTT,” ungkap Winston.
Winston berharap, kinerja para guru komite dan yayasan dalam mendidik para peserta didik lebih ditingkatkan. Diakuinya, nilai yang akan diterima para guru tidak terlalu besar, pasalnya kemampuan keuangan daerah belum dapat membiayai insentif guru komite dan yayasan sesuai besaran UMP. 
Dikatakannya, untuk meningkatkan pendidikan, yang harus dilakukan adalah mengurus para guru dan kepala sekolahnya. Sebagai manager, kepala sekolah harus mendapat perhatian yang maksimal, agar mampu mengorganisasi penyelenggaraan pendidikan dengan baik. 
“Para guru, diharapkan dapat mendistribusikan pengetahuan yang dimiliki secara baik, karena para guru bersentuhan langsung dengan para siswa,” pinta Winston.
(Al)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Guru-guru NTT Dapat Kado Spesial 49 Miliar Tahun 2019"

Posting Komentar