Debat Pilpres : Antara Wajah Pendendam & Sikap Emosional itulah kini terlihat




Dari debat semalam, akhirnya kita yg mengenal Pak PS tidak perlu capai -capai menjelaskan bagaimana hati seorang Prabowo Subianto.
Allah SWT membuka tabir siapa yang munafik dan siapa yang tidak munafik. Siapa yang pendendam dan siapa yang pemaaf, siapa yang otoriter dan siapa yang tidak otoriter.
Prabowo yang dicap otoriter dan bengis, justru tampil elegant dengan sangat baik tidak terpancing emosinya untuk membalas serangan kubu sebelah. Mengapa? Karena pak Prabowo tau bagaimaan kapasitas lawannya, dia tidak mau mengkanvaskan lawannya di ring tinju, tapi beliau mau mengkanvaskan lawannya di hati rakyat.

Seorang pemimpin yang emosional hingga nyerang pribadi itu bukan tauladan, apalagi saat marah bicaranya menjadi tidak konstruktif atau mungkin  lebih tepat disebut ngawur.
Coba perhatikan dimana konsistensi dari yang disampaikan kubu sebelah. Saat ini dia sibuk menaikkan gaji pegawai negeri, sampai mau angkat lurah jadi pegawai negeri,  tapi tadi malam bilang gaji pegawai negeri sudah cukup besar, sehingga yang perlu dilakukan justru perampingan. Coba kalau ada pemimpin yang seperti ini terus kita mau ngomong apa? Karena pemimpin yang model begini, menjawab asal menjawab yang penting beda dengan oposisi.

Lalu soal impor, coba  perhatikan ditanya impor larinya ke manajemen perizinan satu pintu, dan Pak Prabowo sampai harus meluruskan lagi, dan akhirnya dia jawab dng jawaban yg aneh, para menteri boleh berdebat soal impor nanti dia  yg putuskan. Tanpa disadari bahwa kekacauan impor selama ini dimana saat panen  pemerintah malah impor , beliaulah penyebabnya.

Dan masih banyak hal yg benar -benar bukan jawaban seorang leader. Dan saat terpojok itulah, maka keluar watak aslinya menyerang pribadi dan dengan wajah penuh amarah dan dendam mencoba mencemooh , menyindir dan menyudutkan Pak PS di penutupan debat.
Wajah pendendam dan sikap emosional itulah kini yg terlihat. Dan itu bukan pada wajah Prabowo yg selama ini distikmakan sebagai orang yg emosional.

Terimakasih ya Allah akhirnya secara perlahan Engkau singkap siapa yg pemarah dan siapa yg bukan pemarah, siapa yg pendendam dan siapa yg bukan pendendam .
Terbukti wajah  dan penampilan merakyat itu ternyata tidak ada korelasi dengan atitude dan watak asli seseorang.

Buat apa cepat -cepat berlari utk memeluk lawan , kalau itu hanya acting utk terlihat lebih akrab. Dan ujungnya actingnya malah salah, karena belum waktunya berpelukan sdh berpelukan 😁😁

Nanik sd

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Debat Pilpres : Antara Wajah Pendendam & Sikap Emosional itulah kini terlihat"

Posting Komentar