Tolak Konflik Berkedok "Agama" di kabupaten Alor, Berikut Sikap Solidaritas Mahasiswa Alor Malang



Sumber Foto: Ansar Jufri (Ketua HIKA Malang)


Mencuatnya konflik antar warga masyarakat pantar barat laut (desa beangonong) kabupaten Alor yang di picu oleh persoalan sengketa tanah menjadi satu bentuk ketidakberdayaan pemerintah daerah dalam melindungi dan merawat kehidupan masyarakat yang harmonis. Minggu, (24/02/2019).


Konflik yang berkepanjangan pada akhirnya berimplikasi pada sejumlah kerugian yang dirasakan oleh masyarakat kabupaten Alor khususnya masyarakat pantar barat (Baranusa) dan pantar barat laut (Beangonong), Selain kerugian ekonomi dan pengrusakan fasilitas, konflik juga melahirkan korban luka dan diduga adanya korban jiwa (belum dapat teridentifikasi) dari kedua kubu yang berkonflik. 

Konflik berkedok perang "agama" yang terjadi selama kurang lebih 12 jam lamanya (dari hari Jumat pagi sampai Sabtu dini hari) lepas dari pantauan dan kehadiran oleh pemerintah daerah selaku yang berotoritas. Aparat keamanan dan stakeholder lainnya baru hadir ketika situasi konflik sudah selesai dan masing-masing dari kelompok masyarakat dalam kondisi saling mengamankan diri dan wilayahnya. 

Parahnya, kehadiran aparat keamanan justru bertindak semena-mena dengan menangkap dan menahan 41 warga baranusa yang dibawa secara diam-diam menuju kantor kepolisian kabupaten Alor.

Padahal, jika ditilisik lebih jauh, konflik berkedok "sara" yang terjadi antara kedua entitas masyarakat adalah akibat dari kegagalan institusi formal pemerintah daerah kabupaten Alor dalam hal menyelesaikan persoalan agraria yang ada di desa beangono kecamatan pantar barat laut kabupaten Alor. 

Sehingga issu tentang perang "agama" adalah tidak benar adanya atau sengaja dimainkan oleh kelompok tertentu untuk memecah-belahkan prinsip toleransi dan keharmonisan masyarakat kabupaten Alor.

Oleh karena itu, Kami yang tergabung dalam solidaritas mahasiswa Alor Malang menyatakan dengan tegas dan sungguh-sungguh bahwa;


  1. ‌KAMI SOLIDARITAS  MAHASISWA ALOR MALANG , MENDESAK KEPADA PEMERINTAH KABUPATEN ALOR  UNTUK SEGERA MENYELESAIKAN KASUS KONFLIK YANG TERJADI.
  2. ‌PEMERINTAH KABUPATEN ALOR SEGERA MELAKUKAN  UPAYA PERDAMAIAN YANG ABADI ANTARA MASYARAKAT  DAN KORBAN ATAS KONFLIK YANG TERJDI BAIK SECARA ADAT MAUPUN SECARA HUKUM.
  3. ‌HIKA MALANG MENDESAK APARAT PENEGAK HUKUM DAERAH UNTUK SEGERA MEMBEBASKAN 41 ORANG WARGA BARANUSA YANG DI TAHAN DAN DIPERLAKUKAN SECARA SEWENANG-WENANG SERTA MENINDAK TEGAS TERHADAP TINDAKAN REPRESIF YANG DI LAKUKAN OLEH OKNUM APARAT  KEAMANAN.
  4. ‌HIKA MALANG MENOLAK DENGAN TEGAS SEGALA BENTUK KEKERASAN YANG DI LAKUKAN OLEH SIAPAPUN DAN DIMANAPUN  YANG MENGATAS NAMAKAN KONFLIK AGAM,SUKU DAN RAS.
  5. ‌HIKA MALANG SEBAGAI ORGANISASI MAHASISWA YANG BERKEDUDUKAN DI MALANG, MENYAMPAIKAN DENGAN SESUNGGUHNYA BAHWA KAMI MENOLAK ATAS TINDAKAN DISKRIMINASI YANG BERBAUR SARA , KAMI MENGINGINKAN KEHIDUPAN YANG HARMONIS DAN MENJUNJUNG TINGGI NILAI DAN PRINSIP TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA
Sumber : http://www.indikatoralor.com/2019/02/tolak-konflik-berkedok-agama-di.html
#TolakKekerasanBerkedokSara
#SalamTaramitiTominuku


Yang bertanda tangan di bawah ini adalah seluruh Mahasiswa Alor Malang yang tergabung dalam aliansi mahasiswa Alor tolak kekerasan berkedok "sara" di kabupaten Alor.



Tanda tangan Pernyataan Sikap

**Realese ini merupakan Pernyataan sikap yang akan dipertanggung jawabkan oleh Aliasi

Reporter: AJ
Editor     :  Redaksi
PJ              : Ansar (Ketua Hika Malang)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tolak Konflik Berkedok "Agama" di kabupaten Alor, Berikut Sikap Solidaritas Mahasiswa Alor Malang "

Posting Komentar